ikhlas_sebagai_cahaya_hati_01.mp3 download here
ikhlas_sebagai_cahaya_hati_02.mp3 download here
ikhlas_sebagai_cahaya_hati_03.mp3 download here
belajar_tanpa_henti_01.mp3 download here
aagym_belajar_tanpa_henti_02.mp3 download here
belajar_tanpa_henti_03.mp3 download here
belajar_tanpa_henti_04.mp3 download here
allah_tempat_bersandar_01.mp3 download here
allah_tempat_bersandar_02.mp3 download here
allah_tempat_bersandar_03.mp3 download here
01_-_AA_Gym_-_Kedahsyatan_Ilmu.mp3 download here
mostafa_kamar_yom-men-bad-yom.mp3 Download here
hani_metwasi_jayi-3la-bali.mp3 Download here
hany-metwasi_6al3a-men-bet-aboha.mp3 Download here
hani_shereni_alby-leek.mp3 Download here
husam_shami_bhaa_kafi-darb-alhawa.mp3 Download here
hani_metwasi_jayi-3la-bali.mp3 Download here
zee-zee-e7sasy-beek.mp3 Download here
mostafa_kamar_yom-men-bad-yom.mp3 Download here
husam_shami_bhaa_kafi-darb-alhawa.mp3 Download here
ramy-sabri_alf-mash3a-allah.mp3 Download here
01-Surahal-Ahqaaf.MP3 download here
019-Maryam.mp3 download here
021-AlAnbiyaa.mp3 download here
020-Thaahaa.mp3 download here
022-AlHajj.mp3 download here
023-AlMuminuun.mp3 download here
024-AnNuur.mp3 download here
025-AlFurqaan.mp3 download here
026-AsySyuaraa.mp3 download here
027-AnNaml.mp3 download here
028-AlQashash.mp3 download here
Doahariminggu.mp3 download here
Doaharisabtu.mp3 download here
Doaharijumat.mp3 download here
Doaharikamis.mp3 download here
Doaharirabu.mp3 download here
Doahariselasa.mp3 download here
Doaharisenin.mp3 download here
DoaAwalBulanRajab.mp3 download here
DoaKetikaHendakMakan.mp3 download here
DoaKeluarDariRumah.mp3 download here
DoaMemakaiPakaian.mp3 download here
DoaIstikharah.mp3 download here
DoaKetikaKeluarDariKamarMandi.mp3 download here
DoaKetikaNaikKendaraan.mp3 download here
DoaSesudahMakan.mp3 download here
DoaQunut.mp3 download here
DoaMemohonPerlindunganAllah.mp3 download here
DoaMemakaiPakaian.mp3 download here
DoaUntukKeselamatanBersama.mp3 download here
DoaUntukMenentramkanHati.mp3 download here
DoaSetelahAdzan.mp3 download here
doa-selepas-solat.mp3 download here
DoaKetikaBangunTidur.mp3 download here
Bbentuk-bentuk loyalitas kepada musuh-musuh Islam yang dilarang oleh Alloh Subahanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya adalah diantaranya sebagai berikut:
Pertama: Meniru/menyerupai mereka dalam berpakaian, ucapan dan lainnya, karena yang demikian ini menunjukkan kecintaan. Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” Pengharaman ini dalam hal-hal yang menjadi ciri khas mereka seperti adat istiadat, ibadah, sifat-sifat serta tingkah laku seperti mencukur jenggot, memanjangkan kumis, berpakaian, makan, minum dan lainnya.
Kedua: Bepergian ke negara mereka dengan tujuan wisata dan rekreasi. Bepergian ke negara kafir diharamkan kecuali dalam keadaan darurat, seperti: berobat, berdagang, dan belajar ilmu-ilmu tertentu yang bermanfaat, yang tidak mungkin didapat kecuali di negeri mereka. Hal ini diperbolehkan sebatas keperluan, dan jika keperluannya telah selesai, maka wajib kembali ke negara kaum muslimin. Diperbolehkan juga dengan syarat untuk senantiasa memperlihatkan ke-Islamannya, serta bangga dengan ke-Islamannya. Ia harus menjauhi tempat-tempat maksiat dan berhati-hati dari segala bentuk tipu daya para musuh-musuhnya pula. Diperbolehkan bahkan wajib bepergian ke negara mereka jika bertujuan untuk berdakwah dan menyebarkan Islam.
Ketiga: Membantu dan menolong mereka untuk mengalahkan kaum muslimin, memuji-muji dan membela mereka, hal ini merupakan bagian dari rusaknya aqidah ke-Islaman juga penyebab dari kemurtadan. Kita berlindung kepada Alloh dari yang demikian.
Keempat: Minta bantuan kepada mereka, percaya dan memberikan jabatan-jabatan yang di dalamnya terdapat rahasia-rahasia kaum muslimin, dan menjadikan mereka sebagai orang kepercayaan serta tempat bertukar pikiran. Alloh Subahanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang diluar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan dalam hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka jumpai kamu, mereka berkata: ‘Kami beriman’, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): ‘Matilah kamu karena kemarhanmu itu.” Sesungguhnya Alloh mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana mereka bergembira karenanya.” (QS: Ali Imron: 118-120).
Alloh Subahanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa isi hati orang-orang kafir serta kebencian yang mereka sembunyikan terhadap kaum muslimin, dan apa yang mereka rencanakan untuk melawan kaum muslimin dengan tipu muslihat serta penghianatan. Mereka juga senantiasa menimpakan mudharat (bahaya) terhadap kaum muslimin dengan senantiasa menggunakan segala cara (sarana) untuk menyakiti orang-orang beriman. Dan sungguh mereka selalu memanfaatkan kepercayaan kaum msulimin, lalu mereka berencana untuk menimpakan bahaya terhadap kaum muslimin.
Abu Musa Al-Ay’ari berkata: Aku pernah berkata kepada Umar bin Khattab: “Aku mempunyai sekretaris seorang Nashrani.” Umar bin Khattab berkata: “Apa-apaan kamu ini, celakalah engkau! Tidakkah engkau mendengar firman Alloh Alloh Subahanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.” (QS: Al-Maaidah: 51). Mengapa tidak mengambil orang muslim saja?” Lalu Abu Musa menjawab: “Wajai Amirul Mukminin, bagiku tulisannya dan baginya agamanya.!” Serentak Umar bin Khattab berkata: “Aku tidak akan menghormati mereka, sebab Alloh Alloh Subahanahu wa Ta’ala telah menjadikan mereka hina, dan aku tidak akan memuliakan mereka sebab Alloh Subahanahu wa Ta’ala telah menjadikan mereka rendah, dan aku tidak akan mendekati mereka disebabkan Alloh Subahanahu wa Ta’ala telah menjauhkan mereka (menjadikan mereka sangat jauh)” (HR: Imam Ahmad).
Dan Imam Ahmad dan Imam Muslim meriwayatkan: “Bahwa Rasululloh keluat menuju Badar, lalu seorang laki-laki musyrikin mengikuti beliau, kemudian bertemulah di suatu tempat (bernama Hirrah), seraya berkata, ‘Sesungguhnya aku ingin ikut dan terluka bersamamu.’, bersabdalah Rasululloh: “Berimankah kamu kepada Alloh dan Rasul-Nya?’ Laki-laki itu menjawab, ‘Tidak!’, Kemudian Nabi bersabda: “Pulanglah kamu, sekali-kali aku tidak minta tolong kepada orang musyrik.”
Jadi jelaslah bagi kita haramnya memberikan pekerjaan-pekerjaan kaum muslimin kepada orang kafir. yang dengan itu memungkinkan orang kafir untuk menyelidiki keadaan dan rahasia-rahasia kaum muslimin serta mengadakan tipu daya yang membehayakan mereka. Di antara contoh yang gamblang yang terjadi akhir-akhir ini yaitu dengan didatangkannya orang-orang kafir ke negara kaum muslimin (seperti di negara dua tanah haram yang suci) lalu mereka dijadikan pekerja-pekerja, sopir-sopir, pembantu-pembantu, baby sister di rumah mereka sehingga mereka berbaur dalam satu rumah tangga kaum muslimin yang tinggal di negara tersebut.
Kelima: Memuji dan terpesona atas kemajuan mereka serta kagum atas tingkah laku dan kepandaian mereka dan mengabaikan akidah-akidah mereka yang bathil dan nama mereka yang rusak. Alloh Subahanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan di dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Rabbmu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS: Thoha: 131).
Tetapi ayat tersebut bukanlah larangan bagi kaum muslimin untuk mengetahui rahasia sukses mereka dengan jalan belajar di bidang-bidang perindustrian (teknologi dan lain-lain), dasar-dasar ekonomi yang tidak dilarang oleh syari’at serta strategi-strategi lainnya yang tidak bertentangan dengan Syariat Islam, bahkan semua itu merupakan persoalan yang dituntut oleh Islam.
Alloh Subahanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (QS: Al-Anfal: 60) Alloh Subahanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dia-lah Alloh yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” (QS: Al-Baqarah: 29).
Maka merupakan suatu kewajiban bagi kaum muslimin untuk bersaing dalam menggali manfaat-manfaat dan potensi ini dan tidak perlu meminta-minta kepada orang kafir untuk mendapatkannya, mereka wajib memiliki pabrik-pabrik dan teknologi-teknologi canggih. wallohu a’lam bi shawaab
http://www.mediamuslim.info/manhaj-islam/bentuk-loyalitas-kepada-musuh-alloh.html
Syahadatain dua kalimat sahadat :
Syahadat uluhiyah :laa ilaaha ilallah
Syahadat risalah : muhammadurrasullah
Arti syahadat uluhiyah:
Laa ilaaha ilallah :tidak ada tuhan selain allah disebut kalimat iman
Laa :sebagai kalimat nafii(kata yang menolak)
Ilaaha :sebagai kalimat al munafi(yang di tolak)
Illa :sebagai kalimatul itsbat(kata yang mengukuhkan)
Allah :sebagai al-mutsbit (yang dikukuhkan)
Maksud dari kalimat tauhid adalah:
Menyerahkan segala sesuatu ( tawakal )hanya kepada allah dengan sabar dan sholat , dan sesungguhnya di balik mkesulitan terdapat bhikmah di dalamnya.
- Tidak ada ketakutan /ketaatan selain hanya kepada allah.
- Tidak ada kebesaran selain allah
- Tiada keintaan selain ke pada allah
- Tiada ketakutan selain kepada allah
- Tiada pengharapan selain kepada allah
- Tiada ketergantungan selain kepada allah
- Tiada persembahan dan pengabdian selain kepada allah.
Ilmu sangat berkaitan dengan amal tidak bisa di pisahkan
Inti dari amal adalah shalat.
Sholat adalah amal yang paling pertama di hisab dihari ahirat.
5 (
- Disiplin waktu
- Disiplin tempat
- Disiplin cara
- Disiplin zhahir
- Disiplin batin
Ayat mengenai sholat terdapat dalm al-qur’an (
Sholat di kerjakan di awal waktu kecuali sakit , musafir , ketiduran dikerjakan di masjid dengan cara bejamaah.